Halaman

Sabtu, 10 Agustus 2013

Tatap matamu


Ada keindahan disetiap tatapanmu, lebih indah dari hamparan bintang di langit biru.
Di bola mata hitammu, ku temukan ketenangan yang seakan mendekapku.
Dalam lembut tatapanmu, kutemukan diriku disana, di dua bola mata itu.
Matamu adalah sebuah keindahan yang tak pernah bisa ku pungkiri.
Tatap matamu adalah kejujuran abadi, tak pernah sekalipun ku temukan dusta disana.
Binar matamu, semangat yang memebakar asa ku hingga saat ini.
Sayang,,, saat aku lemah, saat aku kehilangan harapku...biarkan aku menatap indahnya matamu. Izinkan aku terlelap dalam ketenangan tatapanmu....



Bandungan, August 10th 2013

Hanna

Jumat, 09 Agustus 2013

Paradoks 1


Kutemukan lagi sepotong kecil mozaik hidupku di sini, di Bandungan. Tak pernah terpikir sebelumnya akan di tempatkan untuk Mission Trip ke tempat ini dan bergabung dengan tim yang luar biasa. Tapi tak ada satupun yang kebetulan. Semua terjadi seizin Tuhan dan Tuhan punya rencana indah, tanpa 'ku sadari. Aku mengenal 6 teman "baru" ku. Jen, Boby, Rina, Fio, Mamel dan Chila. Actually, aku sudah mengenal mereka untuk waktu yang cukup lama. Namun aku tak pernah benar-benar mengenali mereka dengan dekat. Aku hanya mengenal mereka dari jauh, dari cerita orang dan pertemuan beberapa menit. Namun kini aku hidup dengan mereka dalam 1 ikatan, TIM MT. Suatu kebanggaan bisa hidup dengan mereka di tempat ini, di sebuah gereja disini. Awalnya aku merasa mereka semua begitu asing, tapi seiring waktu berlalu mereka semua terlihat seperti saudara, keluarga. Aku belajar memahami banyak hal dari mereka. Aku belajar bahwa mereka lebih baik dari cerita-cerita yang pernah ku dengar dari orang lain.



Bandungan, August 9th 2013

Jumat, 02 Agustus 2013

Cinta dan Sang Waktu

Cinta... 1 kata ini tak pernah jauh dariku hingga suatu ketika Tuhan meminta cintaku. Ia meminta bukan hanya sekedar cintaku, namun juga hatiku.
Aku pernah jatuh cinta, jatuh cinta pada orang yang salah... salah bagaimana? Aku mencintai seseorang yang mencintai orang lain... Jangan tanyakan rasanya seperti apa, karena rasanya lebih sakit daripada memeluk kaktus.... Mencintainya membuatku benar-benar gila.
Sudah sekian kali aku jatuh cinta dan pacaran, tapi tak pernah aku seperti ini. Aku pernah pacaran hampir 2 tahun dengan seorang cowo yang aku bisa menyadari dan merasakan betapa ia mencintaiku, tapi entah kenapa hati ini rela melepasnya. Setelah itu aku juga sempat in a relationship dengan seorang cowo yang bisa dibilang cukup memenuhi kriteria pacar yang baik, tapi ga tau juga mengapa aku belum merasa yakin dengannya.
Di suatu hari, aku menemukan sepotong kecil mozaik kehidupanku di suatu lembaga pendidikan. Bergaul dengan sekian banyak teman dari latar belakang kehidupan yang berbeda. Dalam perbedaan itu, aku bertemu seseorang yang juga berbeda. Dengan tak sengaja "waktu" memperkenalkan kami. Begitu banyak cerita yang di tuliskan oleh sang waktu saat bersamanya. Dan semua cerita itu membuatku merasa nyaman dan bahagia. Namun, seperti cerita dongeng yang tak selamanya happy ending, cerita ku mengalami hal yang sama. Waktu, mengajariku arti perbedaan. Waktu juga mengajariku belajar mencintai perbedaan. Aku mencintai orang yang berbeda. Beda seperti apa? Ya beda lawan jenis lah...(hehehehe, sedikit ngaco ya gpp lha :)
Aku mencintai orang yang tak seharusnya ku cintai.
Kini, aku melepaskannya... Saat sang waktu "mencuri" dia dariku. Sakit...?? Masih lebih sakit daripada memeluk kaktus. Nangis?? Ya,,, aku menangis. Tapi aku bukan menangisi dia apalagi menangisi diriku sendiri.
Aku menangis karena aku sempat "menyalahkan si waktu"
Aku tau, ketika aku masuk ke suatu lembaga kependidikan yang harus aku lakukan adalah belajar. Bukan malah menyia-nyiakan waktu ku untuk mencintai orang yang salah.
Terakhir kutemukan diriku "berurusan pribadi dengan Tuhan".
Ia meminta cintaku bahkan hatiku. Ia memintanya dan berjanji mengembalikannya ketika waktunya aku sudah siap untuk dicintai dan mencintai.
Menjalin cinta dengan seseorang yang tepat...


Bandungan, August 2, 2013.
HMS

Senin, 15 Juli 2013

PRIA TERHEBAT


Sering ku terjebak dalam kejenuhan
Bosan, putus asa, bahkan hampir menyerah
Berbagai emosi berkecamuk di benakku
Membuat arah ku semakin tak menentu

Saat sendiri di kesepian
Saat pandangan ku jauh dan kosong
Senyummu tiba-tiba hadir mengusik lamunanku
Ku coba tepis hadirmu
Namun bayangmu tetap saja menari-nari di depanku

Sesaat, ku tersentak dari lamunanku
Aku terjaga dari keheningan dan kesendirian
Ku tatap senyummu
Senyum terindah yang pernah ku lihat
Senyum kebanggan saat ku raih prestasi
Yang hapus semua letihmu

Saat aku mulai tersenyum melihat bayangan itu
Tiba-tiba mubncul gambar lain yang membuatku keningku berkerut
Aku melihatmu menangis
Aku berfikir keras mengingat kapan kau terakhir kali menangis
Ya, aku ingat… saat itu aku sedang menangis karna gagal di suatu akademi
Dan engkau juga ikut menangis denganku

Sejenak aku terdiam
Tanpa kusadari air mataku jatuh mengingat semua itu
Ku ingat kembali perjuanganmu, pengorbananmu, senyum bahkan air matamu
Semua itu sadarkanku, kembali membakar semangatku
Bangkitkanku dari kejenuhan, kebosanan dan keputus-asaanku
Semua itu beri kekuatan dan semangat baru tuk meraih semua cita dan mimpi

Aku berjanji…
Bahwa senyummu akan merekah lebih indah dari kemarin,
Saat ku meraih prestasi-prestasiku sebelumnya
Aku berjanji ‘kan mengukir senyummu lebih indah
Saat ku persembahkan gelar sarjana
Karna kau pria terhebat
MY BELOVED FATHER

UNAKI, September 20nd, 2012

#corat-coret saat plajarn Jepang. Waktu temen2 ngrjain tulisan Hiragana. Mey uda terlanjur ngerjain tadi malam dan langith bilang Roma 8:28 krna Mey ngrjain kelewatan…

Amey de azure

Sabtu, 13 Juli 2013

Making Decision

There is no word I could say when I read your notes in Lovely Friendship book.
Aku cuma bisa meluk Rahel sembari menahan air mata, yang sebenarnya udah bergenang di mataku yang semerah buah saga.
Kawan, mungkin itu keputusan terberat yang pernah kamu ambil. Merelakan hal yang paling kamu impikan, dan stay di Unaki demi temanmu yang paling konyol dan comek. Merelakan "kambingmu" hanya karna seorang sahabat yang janji ga bakalan jadi diet kalo kamu stay di sini. Merelakan semua mimpi-mimpimu demi seorang sahabat yang selalu bilang kamu mejind...
My mejind, kalau kamu ambil keputusan 'tuk tetap stay disini, lakukan itu untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Karna manusia bisa ngecewain kamu, tapi Tuhan gak kan pernah mengecewakan kita. Dia selalu tanggung jawab atas seluruh aspek kehidupan kita.... My mejind, mey juga cuma manusia biasa, yang kapan aja bisa ngecewain kamu. Tapi mey mau belajar jadi sahabatmu yang baik, meski mungkin bukan yang terbaik. My mejind, 2 tahun lagi kita disini, 2 tahun lagi kita sama-sama berjuang di Unaki. Tetap semangat yaaa,,, nanti kita akan sama-sama menikmati manisnya hasil dari perjuangan kita... :)
Keep spirit my lovely best friend..
:)

Selasa, 09 Juli 2013

Reach My Dream in Unaki

I graduated my Senior High School 2 years ago and I tried to apply in government university. Unluckily, I wasn’t accepted. I didn’t know what I have to do after that, I confused. Then I got information from my friend who study in Unaki Semarang, she said that Unaki gives achievement scholarship for new students. Finally, I went to Semarang and applied in Unaki.

I am so grateful that I can continue my study here, at English and Literature Department in Unaki Semarang. I never imagined that I could continue my education in one of university in Central Java. In Unaki, I have many friends from all Islands in Indonesia and I also meet kind lectures. I love learning many new knowledge here, study with my friends, laugh, share and compete together.

In Unaki, I join Christian Students Fellowship. I love this community because I have many friends in this group. We always make some events, like retreat or have a trip to other islands for Gospel ministry.

Unaki, my lectures and my friends have done so much for me. They make me brave to have a dream, a very big dream. I promise myself that I have to reach my dream. I have a big dream, so that I also have to struggle big. Someday, if my dream come true I’ll tell Unaki and my lectures that I am so thankful and grateful to be their student.

Hanna Meyti Sitepu
3.21.11.0003