Halaman

Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2015

Destinasi Wisata yang Wajib Kamu Sambangi di Semarang

Banyak sebutan untuk Semarang, ada yang bilang Kota Lumpia, Kota sejarah bahkan Kota ATLAS, "Aman, Tertib, Lancar dan Asri". Tak bisa di pungkiri emang, selain kaya dengan sejarah, kota ini emang aman,lalu lintasnya tertib dan lancar, serta taman kota yang menjamur membuat kota ini tetap terlihat asri. Yuk, intip beberapa destinasi wisata di kota ini...

1. Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang

Belum ke Semarang namanya kalau belum ke Simpang Lima, ikonnya kota Semarang.Tempat yang merupakan alun-alun kota ini biasanya ramai saat malam hari. Kamu bisa berkeliling dengan sepeda hias saat dan di sekeliling lapangan kamu di suguhi kuliner Semarangan.
Simpang Lima Berlokasi di  persimpangan Jl. Pandanaran di sebelah barat, Jl. A. Yani di sebelah timur, Jl. Gajahmada dan Jl. Pahlawan di sebelah timur, sementara disebelah timur laut ada Jl.KH. Ahmad Dahlan.Kemudahan akses serta banyaknya hotel dan tempat kuliner di kawasan tersebut membuat Simpanglima menjadi tempat wisata serta jantung kota atau pusat keramaian di kota Semarang.


2. Jangan Lupa Telusuri tiap Lorong demi Lorong di Lawang Sewu




Semarang - Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.

3. Berkunjung ke Gereja Blenduk di Kota Lama, membuatmu berasa sedang berkunjung ke Belanda



Gereja Blenduk ini berlokasi di kawasan Kota Lama Semarang, sering di kenal dengan sebutan The Little Netherland. Berdiri di antara sekian banyak bangunan ala Belanda, Gereja Blenduk ini masih berdiri kokoh serta terawat dan terjaga apik, bahkan sampai saat ini masih di gunakan secara aktif sebagai rumah ibadah.
Gereja Blenduk sudah berganti rupa beberapa kali. Mula-mula Gereja di bangun pada tahun 1753, berbentuk rumah panggung Jawa, dengan atap yang sesuai dengan arsitektur Jawa. Hal ini dapat dilihat pada peta kota Semarang tahun 1756 yang menunjukkan konfigurasi massa yang berbeda dari sekarang. Pada tahun 1787 rumah panggung ini dirombak total.  Tujuh tahun berikutnya diadakan kembali perubahan. Pada tahun 1894, gedung ini dibangun kembali oleh H.P.A. de Wilde dan W.Westmas dengan bentuk seperti sekarang ini. Yaitu dengan dua menara dan atap kubah.

4. Seolah Berkeliling Jawa Tengah saat Mengunjungi Puri Maerakaca, Taman Mini Jawa Tengah




Puri Maerakaca (read Maerokoco) berlokasi di area PRPP Jawa Tengah. Puri Maerakaca yang merupakan Pusat Rekreasi Taman Budaya Jawa Tengah ini, ibarat taman mininya provinsi Jawa Tengah karena di dalamnya terdapat 35 anjungan yang menjadi cerminan dari 35 kabupaten dan kotamadia yang ada di provinsi Jawa Tengah.
Tak hanya berisi 35 anjungan itu saja, di Puri Maerakaca ini juga terdapat miniatur peninggalan sejarah dan obyek wisata yang populer di Jawa Tengah seperti Candi Borobudur, Benteng Pendhem, Masjid Menara Kudus, Masjid Agung Demak dan lain-lain. Selain itu, Puri Maerakaca juga dilengkapi sarana rekreasi seperti becak air, perahu unik yang atapnya berbentuk daun, area permainan anak hingga outbond.

5. Klenteng Sam Po Kong


Klenteng Sam Po Kong berlokasi di daerah Simongan, Semarang. Selain merupakan tempat ibadah dan ziarah juga merupakan tempat wisata yang menarik untuk di kunjungi. Tempat ini dikenal juga dengan sebutan Gedong Batu. Ada yang mengatakan nama ini dipakai karena asal mula tempat ini adalah sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Tetapi ada sebagian orang yang mengatakan bahwa sebenarnya asal kata yang benar adalah Kedong Batu, alias tumpukan batu-batu alam yang digunakan untuk membendung aliran sungai.

6. Megahnya Masjid Agung Jawa Tengah, bak Istana Taj Mahal di India



MAJT, begitu kita biasanya menyebut Masjid ini. Gedung ini mulai di bangun pada tahun 2001 dan baru selesai secara keseluruhan di tahun 2006. Gaya Romawi terlihat dari bangunan 25 pilar dipelataran masjid. Pilar pilar bergaya koloseum Athena di Romawi dihiasi kaligrafi.
Daya tarik lain dari masjid ini adalah Menara Al Husna atau Al Husna Tower yang tingginya 99 meter. Bagian dasar dari menara ini terdapat Studio Radio Dais (Dakwah Islam). Sedangkan di lantai 2 dan lantai 3 digunakan sebagai Museum Kebudayaan Islam, dan di lantai 18 terdapat Kafe Muslim yang dapat berputar 360 derajat. Lantai 19 untuk menara pandang, dilengkapi 5 teropong yang bisa melihat kota Semarang.
Pastikan kamu mengunjungi MAJT saat berkunjung ke Semarang.

7. Jangan Lewatkan Malam di Semarang dengan Berkunjung ke Jembatan Biru Banjir Kanal Semarang Barat




Jembatan Biru, begitulah aku dan teman-teman biasanya menyebut jembatan ini. Lampunya yang menawan di atas sungai memberikan kesan anggun. Lampu yang berjajar sepanjang sungai menambah keindahan tempat ini. Di sepanjang sungai ini dilengkapi tempat duduk, diamana para pengunjung biasanya nongkrong ditemani gemerlap lampu kota nan indah.
How romantic...

8. Jangan Lupa Berkuliner di Pasar Semawis, Kampung Chinanya Orang Semarang



Pasar Semawis merupakan pasar malam yang beroperasi setiap hari Jumat-Minggu. Pasar Semawis berlokasi di Komplek Pecinan Semarang. Kamu pecinta Chinese food bisa berburu kuliner di tempat ini.

9. Sekedar Nongkrong di Tugu Muda bersama Teman-Teman Juga Tak Kalah Menarik



10. Indahnya Lampu Kota Semarang Memanjakan Matamu dari Ketinggian Gombel





Memandang indahnya lampu kota Semarang dari ketinggian memang sungguh indah. Gombel berlokasi di Semarang atas, sekitar 30 menit dari pusat kota Semarang

11. Jangan Lupa Beli Oleh-Oleh Semarangan di Pusat Oleh-Oleh Jl. Pandanaran



Di sepanjang Jl. Pandanaran berdiri banyak sekali toko oleh-oleh khas Semarang. Mulai dari Bandeng Presto, Wingko Babat, Jenang Kudus, de el el. Pastikan kamu beli oleh oleh di sini, selain harga yang sangat terjangkau,di pastikan service juga memuaskan.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Destinasi Wisata yang WAJIB Kamu Kunjungi di Berastagi


Berastagi merupakan salah satu destinasi wisata di Tanah Karo, Medan, Sumatera Utara. Kota ini dikenal dengan kesejukan dan hasil alamnya, bunga, buah dan sayur mayur yang segar. Tentu saja Berastagi ramai dikunjungi wisatawan mancanegara maupun domestik saat hari libur. Yuk, kita intip beberapa destinasi di kota ini...
1. Pagoda Taman Lumbini
Pagoda Taman Lumbini merupakan replika dari Pagoda Shwedagon yang ada di Burma, Myanmar. Nama "Lumbini" sendiri merupakan nama tempat di kaki Gunung Himalaya, dimana Pangeran Siddharta Gautama dilahirkan dan kelak akan menjadi Budha.
Pagoda dengan warna emas ini berdiri megah di desa Tongkoh, Berastagi. Dibutuhkan waktu sekitar 2,5 jam dari kota medan menuju tempat ini.
Selain dikenal dengan bangunannya yang megah, Pagoda yang sejatinya merupakan tempat beribadah umat Budha ini juga dikelilingi dengan taman asri yang berhiaskan bunga dan pepohonan yang tertata rapi, yang memberikan kesan natural dan segar. 
Tinggi Pagoda mencapai 46,80 meter, dan merupakan Pagoda tertinggi di Indonesia. Untuk mencapai Pagoda, pengunjung harus melewati jembatan gantung sepanjang 20 meter, yang disebut dengan sebutan "Titi Lumbini".




2. Bukit Gundaling
Destinasi wisata lainnya yang wajib kamu kunjungi di Berastagi adalah Bukit Gundaling alias Gundaling Hill. Bukit ini berada di ketinggian 1.575 mdpl. Bukit tersebut banyak di tumbuhi oleh pohon pinus, dan terlihat indah bila di lihat dari kota Berastagi, sudah pasti pemandangan indah serta udara yang segar langsung menjadi suguhan pertama bagi wisatawan.
Sedikit sejarah mengenai asal muasal nama "Gundaling". Menurut cerita masyarakat setempat, dahulu seorang tentara negara asing kehilangan sebuah senjata kesayangannya di sebuah bukit, yang pada akhirnya tentara asing tersebut menuliskan sebuah frase "Gun Darling" di puncak tersebut sebagai bentuk kesedihannya. Percaya atau tidak, namun begitulah sedikit cerita yang pada akhirnya menjadi nama untuk bukit tersebut, "Gundaling".
Dari Bukit Gundaling, wisatawan dapat menikmati indahnya alam yang terbentang hijau. Tak hanya itu, pengunjung juga disuguhi pemandangan Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak.
Belum lengkap rasanya berwisata ke Bukit Gundaling kalau belum berkeliling bukit menunggangi kuda ataupun naik sado, istilah kereta kuda bagi warga setempat.
Sudah menikmati pemandangan alam yang indah, berkeliling dengan kuda, tapi rasanya masih ada yang kurang kalau belum membeli cindera mata. Tenang saja, di Gundaling kamu bisa menemukan seabrek souvenir shops. Disana kamu bisa belanja T-Shirt Berastagi, gantungan kunci, aneka aksesoris, miniatur rumah adat Karo, de el el. Lengkap deh pokoknya. 

3.Bukit Kubu
Bukit yang menyerupai lapangan golf seluas lebih kurang 5 hektare ini terbentang luas tepat di pinggir jalan utama Medan-Berastagi. Tempat ini merupakan salah satu tujuan favorit para wisatawan lokal maupun luar. Selain pemandangan yang hijau dan memanjakan mata, tempat ini menjadi prioritas wisata keluarga karena biaya yang sangat murah dan terjangkau. 
Disaat hari libur, bukit kubu biasanya ramai dengan warna-warni layangan anak-anak yang sedang berwisata dengan keluarganya, ada juga kuda-kuda untuk ditunggangi demi berkeliling Bukit Kubu. 
Kamu juga berwisata historis di seputaran Bukit Kubu, karena di belakang bukit ini kamu bisa berkunjung ke rumah pengasingan Bung Karno. Berastagi menjadi tempat pengasingan Bung Karno, setelah beliau ditangkap di gedung Gunung Agung bersama dengan beberapa pimpinan republik lainnya pada tanggal 22 Desember 1948 oleh pihak militer Belanda pada agresinya yang kedua. Rumah Bung Karno yang terletak di Berastagi  tepatnya di belakang Bukit Kubu. 




















4. Pasar Buah Berastagi
Seperti yang sudah saya ceritakan diatas, Berastagi dikenal dengan dengan kota bunga, buah dan sayur. Terdapat sebuah pasar di Berastagi yang dikenal dengan sebutan Pasar Buah. Di pasar ini kamu dapat belanja hasil bumi Tanah Karo, seperti jeruk, stroberi, marqisa, de el el. Tidak hanyabuah, di pasar ini juga banyak di jual sayur mayur serta bunga hias yang memanjakan mata. Bagi pecinta bunga tentunya Pasar Buah menjadi destinasi yang tak boelh di lewatkan. 
Di lokasi pasar buah, kamu juga bisa membeli souvenir khas Karo, juga bisa jajan jagung rebus/bakar ditemani segarnya segelases tebu tentunya. 
Pasar Buah Berastagi berlokasi di dekat Tugu Pahlawan, tak jauh dari pusat kota. 




5. Pemandian Air Panas Raja Berneh
Setelah seharian berkelana di kota Berastagi, tentunya raga ini juga ingin dimanjakan, berendam air panas misalnya. Tak hanya pemandangan yang indah, alam Berastagi juga menyuguhkan destinasi pemandian air panas. Pemandian air panas ini berlokasi di desa Semangat Gunung, Raja Berneh, tepatnya di kaki gunung Sibayak, sekitar 45 menit dari kota Berastagi. 



6. Wisata Kuliner Pasar Kaget Berastagi
Tak lengkap rasanya berwisata kalau belum berburu kuliner khas tempat wisata setempat. Berastagi juga tak kalah rame dengan wisata kulinernya. Dikenal dengan sebutan Pasar Kaget, pasar ini beroperasi dari sekitar jam 5 sore sampai larut malam. Pasar ini berlokasi sepanjang jalan kota Berastagi, dari arah pusat pasar kota sampai ke Tugu Pahlawan. 
Kamu bisa menikmati beragam jenis kuliner, mulai dari masakan lokal seperti ikan/ayam bakar, roti bakar, nasi goreng, roti bakar, sampai chinese food. Oya, jangan lupa minum bandrek susu kalau nguliner di Berastagi, kebayang kan nikmatnya bandrek susu yang hangat di tengah dinginnya kota Berastagi..











 Pasar Kaget Berastagi ^_^

 Tugu Pahlawan Berastagi 



Ini beberapa destinasi yang bisa kamu kunjungi di Berastagi. Silahkan mampir di kota kami, Berastagi, Karo, Bumi Turang ^_^

Hanna, 
Agustus 2015